Berikan Tips Mendongeng, Prodi PG PAUD Datangkan Master Dongeng Nasional

UNIKAMA – Gelar Seminar Nasional dan Workshop di awal Tahun 2020, Prodi (Program Studi) PG PAUD (Program Guru Pendidikan Anak Usia Dini) berikan tips jitu cara mendongeng. Dengan mendatangkan pakar dongeng Nasional Bambang Bimo Suryono di Unikama (Universitas Kanjuruhan Malang).
Tidak semua Guru bisa mahir mendongeng, butuh teknik tersendiri untuk mendongeng pada anak usia dini.

“Mendongeng lebih disukai para siswa daripada pelajaran biasa yang diajarkan oleh guru. Tetapi dalam mendongeng guru harus mengetahui perasaan dan kadar akal anak-anak. Hal yang harus dilakukan pertama ialah membangun hubungan baik di awal,” ungkap Bambang Bimo Suryono.

Jika siswanya sudah percaya dan nyaman belajar dengan guru, disinilah peran guru diuji. Mereka harus memilih cerita yang sesuai dan menarik untuk anak-anak.

“Kedua, Anak-anak sangat menyukai cerita yang berhubungan dengan fabel, humor, dan kepahlawanan. Tetapi disini pahlawan dalam bentuk fiksi yang mudah diserap secara motorik oleh siswa,” paparnya.

Selain mendekati siswa dan memberikan cerita yang menarik, kiat ketiga yakni menyiapkan hadiah untuk siswa. Siswa yang paling tenang, antusias, dan bisa menjawab pertanyaan akan diberikan hadiah. Hal ini membuat siswa lebih semangat untuk mendengarkan dongeng.

“Guru PAUD harus terus mengembangkan diri dengan cara belajar dari pendongeng yang lebih berpengalaman. Semakin sering melihat dan bertanya maka skenario penceritaan akan semakin baik dan bertambah, ” tutup pendongeng Nasional asal Yogyakarta ini.

Sementara itu, Henny Anggraini, M.Psi selaku Kaprodi PG PAUD mengapresiasi kegiatan positif seperti ini. Menjadi Guru terutama untuk anak usia dini haruslah memiliki kreatifitas yang tinggi.

“Di era revolusi industri 4.0 ini penggunaan gadged semakin tinggi. Dari anak usia dini sudah mengenal dan bisa menggunakan gadget. Maka dari itu, kegiatan mendongeng ini harus selalu dilakukan guru tingkat PAUD untuk menjauhkan anak-anak dari terpaan gadget,” ungkapnya.

Kegiatan yang digelar oleh HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) PG PAUD ini diikuti oleh seluruh guru PAUD sekota Malang dan mahasiswa Unikama. Mereka sangat antusias, apalagi bisa mengetahui teknik mendongeng yang baik dan benar untuk diterapkan kepada siswanya.

Dengan adanya seminar dan workshop ini diharapkan bisa menambah skill dan kompetensi para guru PAUD dalam mendongeng.

“Bertambahnya skill bagi guru untuk bercerita akan menambah aspek kognitif, sosio emosional, dan berbahasa bagi anak,” tutup Henny.

Bangun Kreatifitas Calon Guru, PG PAUD Unikama Gelar Semnas Berbasis Kearifan Lokal

Unikama – Setiap tingkat pendidikan memiliki sistem atau metode pembelajaran yang berbeda-beda. Begitupun dengan anak usia dini, mereka sangat memerlukan  pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, Prodi (Program Studi)PG PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)  Unikama (Universitas Kanjuruhan Malang) menggelar Seminar Nasioanal (Semnas) dan Workshop bertajuk “Penyusunan literasi kreatif untuk anak usia dini berbasis kearifan lokal” Selasa (03/12). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2016 sampai 2019, guru-guru TK dan ada juga peserta dari Lampung.

Dengan adanya kegiatan tersebut PG PAUD mengajak mahasiswanya yang merupakan calon guru untuk memanfaatkan kearifan lokal di wilayahnya masing-masing. Nantinya, mereka akan terus mengenalkan kearifan lokal kepada siswanya. Apalagi mahasiswa di Unikama datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pembelajaran pada anak usia dini harus selalu dibubuhi dengan budaya kearifan lokal. Hal ini harus dilakukan agar nantinya mereka bisa melestarikan kearifan lokal tersebut,” tutur Rina Wijayanti, M.Psi selaku wakil Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan.

PG PAUD mendatangkan 3 pemateri yakni Dr. Rahutami, M.Hum dan Siti Muntomimah,M.Pd yang akan memberikan ilmunya tentang metode pengajaran PAUD berdasarkan kaearifan lokal. Sedangkan pemateri ketiga Fikri Somyadewi yang merupakan perwakilan dari Penerbit Airlangga, ia menjelaskan tentang media apa saja ya cocok untuk diajarkan sesuai dengan kearifan lokal.

Memiliki lulusan yang faham akan budaya kearifan lokal merupakan hal yang ingin dicapai oleh PG PAUD Unikama. Dengan mengenalkan kearifan lokal , guru akan lebih mudah untuk membuat bahan ajar. Pasalnya, mengajar anak PAUD memang haruslah dengan media yang menyenangkan sekaligus mendidik.

“Seperti contoh mahasiswa dari Papua yang daerahnya dekat dengan gunung, maka saat menjadi guru mereka bisa menggunakan gambar gunung sebagai media untuk diceritakan. Lain halnya kalau di NTT yang dekat dengan laut, mereka bisa menceritakan tentang laut atau apa saja yang ada di dalam laut, dsb,” tambahnya.

Sementara itu, Henni Anggraini, M.Psi selaku Kaprodi PG PAUD  menerangkan bahwa ini merupakan kegiatan tahunan Prodi (PG PAUD. “Kami mengambil pendidikan literasi ini karena saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah. Saya berharap dengan kegiatan ini kompetensi mahasiswa dan seluruh pendidik di Kota Malang bisa meningkat,” ungkapnya.

TINGKATKAN SKILL CALON GURU, MAHASISWA PAUD UNIKAMA GELAR PENTAS SENI

UNIKAMA – Metode pembelajaran untuk anak usia dini haruslah berbeda dengan jenjang pendidikan yang lain. Bagi calon guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) haruslah berkompeten dan kreatif menciptakan metode-metode pembelajaran terbaru supaya anak didiknya tidak bosan untuk belajar dan bermain.

Menengok akan hal itu, Unikama mengharuskan para mahasiswa Pendidikan Guru (PG) PAUD Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Angkatan 2017 untuk membuat pentas seni. Kegiatan ini menggabungkan musik dan tari yang dikemas asyik untuk merangsang kemauan siswa PAUD agar mereka semangat menyimak pelajaran yang diberikan.

 “Pendekatan untuk siswa PAUD sangat berbeda, kita membutuhkan pendektan yang lebih kreatif dan sifatnya mengajak bermain anak-anak dibarengi dengan pembelajaran dan tidak bersikap menggurui,” tukas Henni Anggraini, M.Psi, Kepala Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD) Universitas Kanjuruhan Malang.

Oleh karena itu, lewat mata kuliah Gelaran Pentas yang mana juga merupakan ujian mata kuliah seni tari, Unikama mengajak agar mahasiswa bisa mengajar para siswa PAUD lewat seni khususnya tari dan seni.

“Terdiri dari 110 peserta mahasiswa yang dibagi menjadi kelompok. Ini juga masuk penilaian wajib kelulusan mata kuliah juga. Fokus tariannya yang menarik, ceria, dan edukatif. Jadi sekaligus mengajar dan merangsang motorik mereka lewat gerakan,” ungkap Henni.

Tujuannya untuk mengasah kreatifitas agar para mahasiswa nantinya jika sudah lulus dan mengajar di lembaga masing-masing bisa memberi stimulus, khususnya kepada anak usia dini. Anak usia dini sendiri dikategorikan golden age yakni 5 tahun pertama atau 0 hingga 5 tahun.(Ash)

MAINAN ATRAKTIF SEKALIGUS MENDIDIK DIPAMERKAN DI UNIKAMA

UNIKAMA – Alat Permainan Edukatif (APE) dipamerkan pada Dies Natalis Program Studi (Prodi) PG-PAUD di Aula Sarwakirti Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kemarin. APE ini merupakan hasil karya 9 guru dari berbagai TK se-Kota Malang.

Salah satu deretan Alat Permainan Edukatif (APE) yang cukup mencolok adalah milik Renitaningtyas dari TK Laboraturium UM. Ia membawa APE yang diberi nama Nakamoli (Peternakan Kesayangan Moli).

Sesuai namanya, visual APE ini dibuat layaknya seperti peternakan. Ada domba putih yang terbuat dari kumpulan kapas dengan rangka cup ice cream dan kelinci yang terbuat dari cangkang telur. Agar semakin nyata, Renitaningtyas menggunakan stick ice cream untuk membuat rumah gubuk ladang.

APE ini dibuat dengan beberapa jenis bahan seperti cangkang telur, biji saga, kulit kacang arab, dan busa api.

“Kegunaannya utamanya adalah melatih kognitif anak. Adanya domba dan kelinci ini bisa digunakan anak untuk belajar berhitung. Bisa juga untuk dibuat peragaan sosio drama. Anak-anak nanti akan diajak berimajinasi drama apa yang ada dalam peternakan itu,” jelasnya.

Tak kalah apik, APE karya Melda, S.Kep, guru TK IT An-Nafi’. Ia membuat tiga visualisasi suasana pada desainnya, yakni suasana pantai, jalanan, dan hutan. Dengan harapan APE yang dinamai Dorama ini mampu menjadi media multifungsi dalam mengembangkan kognitif anak.

Bahan-bahannya yang digunakan diantaranya sterofoam, kapas, dan pasir pantai untuk membuat visual pantai. Sedangkan untuk visual hutan, ia membuat pohon dengan menggunakan botol plastik minuman soda berwarna hijau.

“Nanti ini ada gambar-gambar hewan yang sudah diberi tusuk sate. Anak akan diarahkan untuk menaruh dimana gambar ikan ditempatkan atau gambar sapinya. Nanti terserah sesuai imajinasi mereka. Dari situlah kita nanti akan melihat kognitif anak,” paparnya.

Sembari melihat pameran APE, di sisi panggung anak-anak kini tengah mengikuti lomba tari dan fashion show. Tak hanya itu, lomba paduan suara Mars PGRI dan lomba mendongeng yang diikuti guru serta mahasiswa juga turut menyemarakkan acara hari ini. (erma)

PAUD Unikama Juarai Pembelajaran IT

UNIKAMA – Panggung Aula Sarwakirti Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kemarin mendadak jadi panggung catwalk para pelajar dari Kelompok Bermain (KB) dan TK se-Kota Malang. Mereka dengan percaya diri berjalan dan berpose layaknya model profesional menggunakan baju-baju adat Indonesia.

Fashion show ini merupakan bagian dari acara Dies Natalis Program Studi (Prodi) PG-PAUD Unikama yang ke 7 dan diikuti 30 anak. Gelaran ini mengusung tema Membangun Karakter Generasi Yang Unggul Dalam Pengembangan dan Kearifan Lokal.

“Oleh karena itu anak-anak yang ikut diwajibkan pakai baju adat budaya Indonesia. Ada yang pakai baju adat Bali, Jawa, hingga Kalimantan. Supaya mereka mengenal budaya Indonesia, sedikit demi sedikit menumbuhkan kecintaan anak-anak pada budaya Indonesia,” terang kepala Prodi PG-PAUD Unikama, Henni Anggraini, M.Psi.

Selain fashion show, ada juga lomba fotogenik yang diikuti oleh 49 peserta. Diantaranya dari TK Muslimat NU 45 dan TK Hudan Cendika. Lomba ini mengompetisikan pose anak menggunakan baju adat dengan hasil cetak foto ukuran 4R yang dipajang di sudut Aula Sarwakirti.

Tak hanya itu saja, ada empat lomba lain yang menyemarakkan acara ini. Diantaranya lomba mewarna, tari, dan kolase untuk anak. Sedangkan untuk mahasiswa dan guru ada beberapa lomba, antara lain lomba Alat Permainan Edukatif (APE), mendongeng, hingga paduan suara Mars PGRI. (erma)

DIES NATALIS PG PAUD UNIKAMA, RATUSAN ANAK IKUTI MEWARNA RUMAH JOGLO

UNIKAMA – Lebih dari 100 anak-anak kemarin mengikuti kegiatan lomba mewarnai yang diadakan di Aula Sarwakirti Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama). Ratusan anak dari Kelompok Bermain (KB) dan TK se-Kota Malang ini meramaikan Dies Natalis Prodi PG- PAUD Unikama yang ke 7 dengan tema “Membangun Karakter Generasi Yang Unggul Dalam Pengembangan dan Kearifan Lokal.

Dengan menggunakan senjata crayon, pensil warna, hingga meja gambar, anak-anak ini terlihat serius mewarnai Rumah Adat Joglo. Beberapa TK yang mengikuti kegiatan ini diantaranya TK Muslimat 7, TK ABA 8, dan TK Akademika 4.

Selain lomba mewarna, ada empat lomba lain yang diperuntukkan untuk anak-anak. Diantaranya fashion, tari, dan kolase. Sedangkan untuk mahasiswa dan guru ada beberapa lomba antara lain lomba Alat Permainan Edukatif (APE), mendongeng, hingga paduan suara Mars PGRI.

“Alhamdulillah jumlah peserta semuanya di luar dugaan. Target kami hanya 500, akan tetapi ternyata sampai hari ini pendaftarnya lebih dari 500. Ada yang dadakan mendaftar,” terang Kepala Prodi PG PAUD Unikama, Henni Anggraini, M.Psi.

Rangkaian acara ini menurut Henni adalah untuk mengenang atau flash back dalam satu tahun apa saja yang sudah diraih prodi. “Kedepannya semoga dengan pertambahan tahun akan semakin lebih baik lagi baik dari segi sumber daya manusia, metode pembelajaran, dan fasilitas di Unikama,” pungkasnya. (erma)