Anak salah = Hukuman ???

Hampir semua orang tua, apabila melihat anaknya berbuat suatu kesalahan akan secara spontan memarahi anaknya. Jarang sekali ada orang tua yang diam saja pada saat melihat anaknya berbuat sebuah kesalahan, yang biasa terjadi pada kebanyakan orang tua adalah memarahi dan memberi hukuman kepada anaknya. Contohnya: pada saat anaknya melempar-lemparkan mainannya, orang tua yang otoriter biasanya akan langsung memarahi dan menghukum dengan jalan mainannya diambil dan anak tidak boleh bermain lagi. Hukuman yang seperti itu tidak akan mendidik anak, karena hal tersebut hanya akan menimbukkan efek jera semu pada anak, dan akan menimbulkan pemberontakkan di dalam diri anak.

Di dalam pola asuh, memang diperkenankan terkadang orang tua bersikap otoriter terhadap anaknya, tetapi sikap otoriter tersebut harus masih dalam batasan dan juga harus mendidik. Pada saat anak melakukan sebuah kesalahan, orang tua harus memberikan pengertian tentang konsekuensi dari tindakannya tersebut, barulah setelah anak mengerti orang tua harus meminta anaknya untuk bertanggungjawab. Dalam hal ini orang tua harus bersikap tegas, sehingga anak benar-benar mengerti konsekuensi dari tindakannya tersebut. Contohnya: pada saat melempar-lemparkan mainannya, orang tua harus memberi pengertian kepada anaknya bahwa kalau mainannya akan rusak kalau dilempar-lemparkan ataupun kalau terkena benda lain atau orang lain akan merugikan yang lain juga, akan merusak benda lain ataupun menyakiti orang yang terkena lemparan tersebut. Konsekuensinya harus dijelaskan bahwa kalau mainannya rusak, tidak bisa bermain lagi. Dan setelah anak mengerti, orang tua harus meminta anak untuk berjanji untuk tidak melempar-lempar kembali dan kalau sudah selesai bermain harus membereskan mainannya. Tentunya hal-hal tersebut diatas harus diungkapkan dengan nada suara yang tegas, tetapi tidak dengan keras atau marah-marah (berteriak), karena pada saat orang tua dengan nada tinggi atau berteriak anak akan menjadi takut terlebih dahulu, sehingga rasa tanggung jawab atas perbuatan tersebut tidak muncul dengan sendirinya, tetapi karena perasaan takut. Jangan sampai orang tua memberikan hukuman-hukuman yang bersifat hukuman fisik seperti menampar, memukul dengan benda keras ataupun dengan tangannya, mencaci maki anak, dll, karena hal tersebut hanya akan menimbulkan pemberontakan atau membuat anak menjadi sakit hati dengan orang tuanya.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita tidak boleh hanya sekedar memberi hukuman yang hanya memberikan efek jera tetapi tidak mendidik. Orang tua harus lebih bijaksana dalam mengasuh dan mendidik anak. Sebagai orang tua, kita harus mengerti kapan harus bersikap otoriter, kapan harus bersikap permisif, dan kapan harus bersikap demokratis. Yang terpenting adalah kekompakkan dan konsistensi dari orang tua dalam menerapkan pola asuhnya agar anak tidak bingung.

 

Sarah Emmanuel Haryono, M.Psi

Prodi PG PAUD Universitas Kanjuruhan

bekerjasama dengan

Prodi PG PAUD Universitas Islam Madura

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Surat Pelaksanaan Kerjasama antara Prodi PG PAUD Universitas Kanjuruhan Malang dan Prodi PG PAUD Universitas Islam Madura dilaksanakan di Universitas Kanjuruhan Malang pada tanggal 2 Oktober 2017. Kerjasama tertuang dalam 7 butir kesepakatan, untuk pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi di lingkungan Prodi PG PAUD Universitas Kanjuruhan Malang dan Prodi PG PAUD Universitas Islam Madura dengan jangka waktu selama 5 (lima) tahun.

PENGUMUMAN

UJIAN SKRIPSI PROGRAM STUDI PG-PAUD

SEMESTER GENAP 2016/2017

PENDAFTARAN UJIAN SKRIPSI DIBUKA

TANGGAL: 09 MEI 2017 S/D 03 JUNI 2017

 

SYARAT PENDAFTARAN:

  1. Sudah menempuh SKS minimal 139 SKS, dengan melampirkan transkrip nilai sementara (1 lembar).
  2. Menyerahkan KRS semester akhir (1 lembar).
  3. Menyerahkan berkas fotokopi skripsi (3 eksemplar), dimasukkan dalam map plastik warna putih.
  4. Menyerahkan fotokopi bukti pembayaran skripsi (2 lembar).
  5. Menyerahkan Surat Persetujuan Ujian Skripsi yang sudah ditandatangani Pembimbing I, Pembimbing II, dan Kaprodi.

Malang, 08 Mei 2017

KAPRODI PG-PAUD

 

RINA WIJAYANTI, M.Psi

NIK. 291301272

Meningkatkan Kreatifitas Guru Dalam Pengembangan Solodaritas Anak Didik

Himpunan Mahasiswa PG-PAUD Universitas Kanjuruhan Malang mempersembahkan:
“Meningkatkan Kreatifitas Guru dalam pengembangan Solodaritas Anak Didik”
merupakan puncak acara perayaan Ulang Tahun V Jurusan PG-PAUD.
Untuk memeriahkan acara tersebut, maka ikuti dan hadirilah:
  • Lomba Mewarna (KB+TK)
  • Kolase (TK)
  • Hafalan Surat Pendek (TK)
  • Fashion Show (KB+TK)
  • Kirigami dan Origami (Mahasiswa)
  • Senam beregu (TK)
  • APE bahan dasar Kardus (Guru PAUD)
Dan di meriahkan oleh BAZARRRRR, bagi kalian tenant dan wirausaha yang berminat untuk mendaftarkan usaha Anda, bisa langsung saja hubungi CP, dan pastinya acara ini dimeriahkan oleh seluruh Guru+Anak TK se-Malang Raya..
Jangan lewatkan acara tahunan kami..
Contact Person :
#unikama
#unikamahits
#unikamaofficial
#unikama_kece
#mahasiswa_unikama
#smfip_uk
#eventmalang
#acaramalang
#kampus
#acarakampus
#mahasiswa
#eventmahasiswa
#acaramahasiswa
#kotamalang
#malang
#arema
#tk
#paud
#igtki
#himpaudi

Mahasiswa PG PAUD UNIKAMA Juara 1 Tingkat Propinsi Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis IT

Puji Rahayu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Angkatan 2013, Universitas Kanjuruhan Malang, baru saja memenangkan PORSENI XIII IGTKI-PGRI Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 dalam bidang kegiatan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis IT.

Kegiatan PORSENI XIII IGTKI-PGRI Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 yang diselenggarakan di Surabaya selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 27 – 29 Desember 2016, diikuti oleh seluruh guru PAUD di seluruh wilayah Jawa Timur melalui seleksi 2 tahapan yaitu tahap seleksi kecamatan (33 kecamatan) dan tahap seleksi kabupaten/kota (38 kabupaten/kota) di Jawa Timur.

Puji Rahayu mampu menjuarai PORSENI XIII IGTKI-PGRI Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 dalam bidang kegiatan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis IT dengan dasar penilaian kesederhanaan dan kemudahan media yang mampu digunakan oleh anak usia dini sebagai pengguna utama.

Selanjutnya, Puji Rahayu akan mewakili Propinsi Jawa Timur dalam kegiatan serupa untuk tingkat nasional.